Silih Asih Silih Asah Silih Asuh

Ungkapan atau pameo “ Silih Asih Silih Asah Silih Asuh” ini sangat terkenal di masyarakat Jawa Barat alias Tanah Pasundan. Ada makna filosofis yang mendalam dan adiluhur dari pameo ini. Sehingga Maicih yang berasal dari budaya Sunda pun tidak lupa menempatkan tulisan Silih Asah Silih Asih Silih Asuh ke dalam desain kemasan kripik Maicih terbarunya. Dengan maksud agar kita selalu ingat kekayaan budaya lokal kita dan terus melestarikannya, karena budaya lokal adalah bagian dari budaya nasional.

Nah dalam tulisan kali ini emak akan bahas agak mendalam mengenai makna Silih Asah Silih Asih Silih Asuh yang diolah dari berbagai sumber. Dari kata Silih (saling) sendiri berarti adalah sebuah pekerjaan yang saling balas, artimya ada dua pihak (subyek-obyek). Jadi tidak bisa hanya untuk saya, atau kamu, tapi untuk kita. Sehingga kita adalah satu kesatuan.

maicih-Silih Asah Silih Asih Silih Asuh

Silih Asih

Sacara harfiah SILIH ASIH yaitu rasa atau tingkah laku yang memperlihatkan silih pikanyaah, silih pikaasih, silih pikaheman (saling sayang-menyayangi). Adapun unsur dari Silih Asih yaitu  kerja (lahir danbatin), aktif (lebih dulu), adanya dedikasi, disiplin (kesetiaan dan kemampuan diri), berbagi tanggung jawab. Asih juga adalah keindahan lahir batin. SILIH ASIH lebih condong kepada kualitas intrinsik yang nampak dari batin pribadi manusia.

Silih Asah

Konsep dasar dari silih asah yaitu saling tambah pengetahuan, saling menajamkan ilmu, saling menambah pengalaman, meningkatkan kemahiran dan meningkatkan kualitas berpikir sehingga bisa menghadapi rintangan atau masalah yang dihadapi. Selain itu saling meningkatkan kualitas ibadah sehingga kemuliaan Akhirat yang dituju.

Adapun unsur dari silih asah yaitu punya semangat dan kemauan, mampu mengendalikan diri, sabar, keterbukaan, pengaturan, kejujuran, berkelanjutan, pengelolaan, kreatifitas, inovatif, proaktif, berjuang, kualitas diri, dan komunikasi.

 

Silih Asuh

Kata asuh mengandung arti membimbing, mendidik, silih raksa, silih riksa, saling menjaga dibarengi dengan rasa cinta dan kasih sayang. Bisa diartikan juga saling menitipkan diri, saling tanggung, saling menghormati yang akhirnya mewujudkan rasa tenang, penuh dengan tali silaturahim yang tulus. Silih asuh itu kalo bahasa sekarang mah yaitu harus posisional, proporsional dan profesional.

Adapun unsur dari silih asuh yaitu kesederajatan ( di hadapan Allah), menghargai, keikhlasan ( waktu, tenaga, dan pikiran), adil, jujur. Asuh adalah Sinatria (berani mengakui kesalahan). Asuh itu regenerasi, penghormatan, pengakuan, kejernihan hati (seperti air yg memberi kehidupan), tanggung jawab, dan terakhir punya rasa sauyunan ( kebersamaan). Silih Asuh hakikatnya tiada bukan adalah mewujudkan Hak Asasi Manusia mengikuti kodrat manusia itu sendiri.

Begitulah makna Silih Asah Silih Asih Silih Asuh jika dijabarkan satu per satu. Semoga incu-incu bisa memetik hikmah dari ungkapan filosofis ini setiap makan keripik Maicih bahwa kita manusia selayaknya saling mengasihi, menghormati, dan menyayangi.

emak Administrator
Dibalik Logo Maicih. Sosok emak yang terlihat nyata dengan menghadap ke depan sembari tersenyum hangat. Ada makna yang tersirat dari logo Maicih ini. Maicih seolah berkata bahwa menghadapi dunia tak perlu dengan keangkuhan, tapi dengan senyuman.
Tagged , ,

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
rani Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

Warning: str_rot13() has been disabled for security reasons in /home/maicihco/public_html/wp-content/plugins/wpdiscuz/includes/class.WpdiscuzDBManager.php on line 506
rani
Guest

bagaimana cara untuk memesannya?