Maicih bidik pasar Asia Tenggara

Bisnis makanan olahan diperkirakan masih menjanjikan dan berpotensi berkembang pesat. Namun, optimisme tersebut mesti disertai inovasi produk.

Pemilik produk makanan pedas MaicihBob Merdeka mengatakan, penjualan produk penganan diperkirakan masih menjanjikan. Minat masyarakat terhadap makanan ringan, seperti keripik pedas tetap besar. Namun demikian, optimisme tersebut mesti disertai inovasi produk agar lebih menjual.

“Inovasi harus kami lakukan terus menerus. Tidak hanya berkutat pada keripik singkong, kami pun membidik penganan lainnya. Seperti keripik sukun, basreng, dan lainnya,” jelas Bob saat pengenalan merek dagang Maicih di Jalan Cemara, Kota Bandung, Kamis (28/3/2013).

Menurut dia, besarnya jumlah penduduk Indonesia merupakan market potensial mengembangkan bisnis makanan ringan. Maicih, lanjut dia, tidak hanya membidik market di dalam negeri, ke depan industrinya akan menyasar pangsa pasar luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Kedekatan kultur dan iklim memungkinkan produk kripik pedas di jual di kawasan tersebut.

“Saat ini kami sedang menjajaki penjualan produk ke tiga negara tetangga. Bisa saja diekspor dari Bandung atau produksi di negara tersebut,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjut Bob, pihaknya belum bisa memastikan kapan ekspansi bisnis ke luar negeri akan direalisasikan. Tapi, Bob memastikan bahwa ekspansi bisnis mesti dilakukan agar bisnis terus berkembang.

Pencatatan merek dagang Maicih, sambung dia, merupakan langkah industrinya memasarkan membidik pangsa pasar yang lebih luas lagi. Selain itu, pencatatan merek dagang, juga melindungi produk serta brand Maicih dari praktik penjiplakan produk.

Diakui Bob, sejak mulai dipasarkan pada 2010 lalu, penjualan keripik pedas Maicih terus berkembang. Setiap tahunnya, pihaknya mencatat pertumbuhan penjualan sampai 200 persen.

“Pertengahan tahun 2012, penjualan produk penganan tampaknya masuk titik jenuh. Penjualan kami akui mengalami penurunan. Tapi, awal tahun ini kami optimistis, penjualan ritel akan tumbuh,” pungkas dia.

Saat ini, Maicih memiliki sekitar 60 orang karyawan. Sekitar 40 orang merupakan tenaga produksi dan sisanya tenaga marketing serta staf keuangan.

Sumber : sindonews.com

 

emak Administrator
Dibalik Logo Maicih. Sosok emak yang terlihat nyata dengan menghadap ke depan sembari tersenyum hangat. Ada makna yang tersirat dari logo Maicih ini. Maicih seolah berkata bahwa menghadapi dunia tak perlu dengan keangkuhan, tapi dengan senyuman.
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: