Kuliner khas Tenggarong yang mulai langka

Credit: wartakaltim.co

Ibu kota kabupaten Kutai Kartanegara, provinsi Kalimantan Timur ini dikenal dengan sebutan Kota Raja. Didirikan oleh Raja Kutai Kartanegara ke-15, Aji Muhammad Muslihuddin, yang dikenal dengan sebutan Aji Imbut, pada tahun 1782.

Keunikan kota Tenggarong salah satunya adalah sungai Mahakam yang membelah kota, dengan sebuah pulau kecil yang cantik di tengahnya. Pulau yang merupakan delta sungai Mahakam ini dinamakan pulau Kumala. Ditata sebagai ruang terbuka hijau dan menjadi tempat rekreasi di tengah sungai Mahakam.

Sebagai kota yang terdapat di bekas salah satu kerajaan tertua di Indonesia, Tenggarong juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah, dan kekhasan kuliner. Beberapa kuliner khas Tenggarong yang mulai jarang ditemukan di pasaran di antaranya adalah:

Gence haruan yang merupakan menu atau lauk berbahan utama ikan haruan atau ikan gabus. Diolah dengan cara dibakar atau dipanggang, dan dinikmati dengan racikan bawang merah, tomat dan cabai merah.

Credit: https://www.instagram.com/dunia.etam/

Cari Keripik Maicih di Kalimantan Timur? Segera Hubungi OBY NO.HP: 085350032350

Masakan khas Kutai ini sudah semakin sulit ditemukan, padahal hidangan ini pernah menjadi primadona di istana Kesultanan Kutai Kartanegara. Namun jika ingin menikmati hidangan ini, kita dapat mendatangi rumah makan Warong Selera di kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Gangan masak asam keladi, merupakan salah satu jenis masakan gangan (sayur) khas masyarakat Kutai.

Berbahan dasar batang keladi, daun keladi muda serta jantung pisang yang sebenarnya mudah diperoleh di halaman rumah, tidak mengurangi kenikmatan hidangan sederhana namun disukai masyarakat ini. Rumah makan Tepian Pandan di kota Tenggarong dapat dikunjungi jika kita ingin mencicipi masakan khas ini.

Cari Keripik Maicih di Kalimantan Timur? Segera Hubungi OBY NO.HP: 085350032350

Sate payau atau sate rusa, jenis makanan ini sudah termasuk makanan langka karena rusa termasuk hewan yang dilindungi. Namun untuk acara-acara adat, hidangan ini masih dapat ditemukan.

Jika kita ingin mencoba sate daging rusa yang lembut dan lezat ini, datanglah ke festival-festival atau perayaan adat yang diadakan di kota Tenggarong, atau kabupaten Kutai Kartanegara. Atau datang ke rumah makan Tepian Pandan, yang letaknya di tepi sungai Mahakam ini.

Gence lais atau ikan lais bakar. Ini juga salah satu harus dicicipi jika berkunjung ke kota Tenggarong. Ikan lais atau ikan selais adalah sejenis ikan air tawar yang berbentuk pipih memanjang, dengan kepala yang mengerucut.

Ikan yang berkumis seperti lele ini hidup di sungai berarus deras. Biasanya ikan lais diolah dengan cara dibakar, dan dinikmati dengan sambal pelam atau sambal mangga.

Cari Keripik Maicih di Kalimantan Timur? Segera Hubungi OBY NO.HP: 085350032350

Sambal raja, yang menurut sejarahnya merupakan sambal yang hanya dihidangkan untuk para raja di Kerajaan Kutai. Akan tetapi, tentu saja, sambal ini juga dapat dinikmati oleh masyarakat umum, sehingga akhirnya dikenal dengan sebutan sambal Kutai.

Cita rasa sambal ini unik karena campuran terasi dan jeruk cui yang mengeluarkan aroma yang harum. Biasanya dinikmati bersama nasi, telur rebus cincang, tempe tahu atau ikan goreng, dan berbagai sayuran.

Sayangnya, sekalipun berbahan sederhana dan mudah membuatnya, sambal ini juga sudah mulai jarang terhidang di atas meja makan sehari-hari, dan hanya muncul di acara-acara penting.

Sumber:https://beritagar.id/artikel/piknik/kuliner-khas-tenggarong-yang-mulai-langka

Cari Keripik Maicih di Kalimantan Timur? Segera Hubungi OBY NO.HP: 085350032350

maicih Administrator
Dibalik Logo Maicih. Sosok emak yang terlihat nyata dengan menghadap ke depan sembari tersenyum hangat. Ada makna yang tersirat dari logo Maicih ini. Maicih seolah berkata bahwa menghadapi dunia tak perlu dengan keangkuhan, tapi dengan senyuman.
follow me
Tagged , , , ,

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of