Jual Keripik Maicih Resmi Google+
Pages Navigation Menu

Official Web of Maicih

Produk Lokal, Pemasaran Mengglobal

PENGGUNA microblogging twitter mungkin pernah kenal dengan hashtag (#) maicih. Jika membaca sepintas mengenai #maicih, mungkin akan kebingungan, makhluk apakah #maicih ini?

Awal Agustus lalu, Dimas Ginanjar Merdeka alias Bob Merdeka menggempur twitter dengan #maicih. #maicih ini adalah keripik singkong dengan bumbu cabai yang pedas, membuat beberapa pembelinya me-rasakah sakit perut, panas perut, bahkan tidak sedikit yang mengalami diare. Akan tetapi, istimewanya, #maicih ini pelanggannya tersebar di Medan, Pontianak, Papua, Bali, bahkan sampai Malaysia dan Australia.

“Tiga tahun lalu saya memang sengaja mencari alternatif keripik pedas yang enak. Saya memang suka dengan keripik pedas yang dulu dikenal dengan sebutan keripik setan. Dulu ada yang namanya Kacida, Aran, Tetapi menurut saya udah enggak enak lagi,” turur Bob yang ditemui di 7 Heaven bookstore. Akhirnya, pencariannya berakhir setelah salah seorang kerabatnya mengenalkannya pada keripik yang diperoleh dari produsen keripik di kawasan Cimahi pojok. “Selama tiga tahun ini, tidak pernah terpikir kalau keripik ini bisa di-jual,” katanya.

Atas prakarsa Adi, salah seorang rekan Bob yang menyuruhnya untuk menjual, di-juallah keripik yang akhirnya diberi nama #maicih. “Dari awal pemasaran, saya sudah memilih twitter sebagai media marketing. “Di twitter kan, orang-orang suka dengan mudahnya menaruh hashtag di setiap twit. Saya langsung kepikiran untuk menembus pasar keripik yang saya jual dengan menambah hashtag juga,” ucap Bob.

Hasilnya, di luar perkiraan. Selama Agustus hingga September, omzet yang berhasil oleh Bob mencapai Rp 12 juta. “Saat Lebaran, saya mulai menaruh stok banyak di rumah dan berbarengan dengan itu orang-orang sudah mulai banyak yang tahu #maicih. Nah, dari situ tersebar hashtag #maicih.”

Media pemasaran yang tepat memang menjadi kunci keberhasilan Bob dengan #maicih-nya. Sekarang saja, keripik berlabel #maicih ini sudah bisa didapat tak hanya melalui online, tetapi di beberapa tempat, di antaranya warung di depan Taman Flexi, di SMAN 5, kantin SMAN 2, dan di 7Heaven book store. “Sebenarnya, selain melalui twitter, adik saya juga ikut membantu gerilya pemasaran #maicih ini.Dia mengajak teman-temannya bersama menjual #maicih. Ini yang membuat nama #maicih besar karena banyak yang kebagian rezeki,” kata pria yang juga memiliki bisnis desain interior ini.

Keripik yang dijual Bob ini resminya memang berharga sepuluh ribu rupiah. Akan tetapi, seiring dengan permintaan yang banyak, para agen #maicih pun banyak yang ingin ikut mengambil keuntungan, dengan menjualnya lebih dari sepuluh ribu rupiah. “Tetapi, tetap saya batasi. Untuk Indonesia, saya hanya menjual paling tinggi lima belas ribu rupiah, meski itu dijual di Papua. Di Malaysia, setelah dihitung, harganya Rp* 28.000 dan di Australia Rp 34.OOO,” ujar Bob.

Citra #maicih yang merupakan keripik pedas dari kampung, lewat pemasaran tepat, temyata bisa meraih pasar global. “-Terserah pembelilah, mau bilang apa tentang #maicih. Saya hanya ingin menegaskan #maicih sebagai habit. Terbiasa ngomongin, terbiasa makan juga.” ***tisha amelia anwarkampuspr@yahoo.com

Be Sociable, Share!

4 Comments

  1. Media Internet sangat menjanjikan sebagai media pemasaran utama, contoh untuk kita semua yang sedang merintis usaha dibidang apapun, :)

    Like or Dislike: Thumb up 2 Thumb down 0

  2. aku juga penggemar ma icih . Aku suka beli 2 kali seminggu abis enak sih hehehe
    rumahbajudiskon.blogspot.com

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  3. Saya penggemar ma icih,,tp sya blm tw d malaysia d jual kat mna,,mnta info ϑõooº°˚˚°ºng mw order nich!!!!!

    Like or Dislike: Thumb up 1 Thumb down 0

    • Di Malaysia kebetulan kita belum ada cu, valing delivery dari sini gimana?? :)

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>