Pileuleuyan Abah Asep Sunandar Sunarya

Pileuleuyan Abah Asep Sunandar Sunarya

Indonesia kembali  kehilangan salah seorang seniman besarnya. Adalah Asep Sunandar Sunarya, pria yang dikenal sebagai dalang wayang golek khas Sunda, tutup usia pada Senin (31/3), pukul 14.20 akibat serangan jantung. Asep Sunandar Sunarya, lahir di Bandung, 3 September 1955, memulai profesinya sebagai dalang saat ia berusia 14 tahun. 

Kontribusinya terhadap seni wayang, khususnya wayang golek, memang nggak terbantahkan lagi. Abah Asep -gitu panggilan akrabnya, dikenal namanya sejak tahun 1970an. Wayang golek yang merupakan rintisan R.U. Partasunda inilah yang kemudian dikembangkan seninya oleh Abah Asep.

Wayang golek Asep Sunandar Sunarya ini termasuk ke dalam wayang golek modern. Cerita yang dipentaskan tidak hanya berdasarkan pada babad tanah Jawa, kisah Mahabharata dan Ramayana, tapi dipadukan juga dengan kisah-kisah yang berasal dari masa kini. Makanya, pertunjukkan wayang golek Abah Asep ini selalu penuh dengan humor ekstra dari si Cepot dan Dawala.

Pertunjukkan wayang golek Abah Asep Sunandar Sunarya bersama Giri Harjanya sendiri, tak hanya digemari oleh masyarakat Jawa Barat, tapi sampai ke luar negeri. Bahkan, dalam karirnya, Abah Asep ini pernah menjadi dosen luar biasa di Institut International De La Marionnette di Charleville, Perancis dan ia mendapat gelar profesor.

Selain itu, Abah Asep yang pertama kali mendapat penghargaan sebagai dalang pinilih I tingkat Jawa Barat di tahun 1978 ini, pernah diberi mandat dari pemerintah Indonesia sebagai duta kesenian untuk Amerika Serikat di tahun 1986. Sementara, pertunjukkan internasionalnya dimulai sejak tahun 1994 ke negara seperti Inggris, Belanda, Swiss, Perancis, dan Belgia. Tahun berikutnya, Abah Asep Sunandar Sunarya mendapat penghargaan bintang Satya Lencana Kebudayaan.

Asep Sunandar Sunarya Maicih

Soal prestasi, Abah Asep ini memang belum ada tandingannya. Ratusan album rekaman termasuk bobodoran, telah beliau rilis. Bahkan, beliau juga pernah membuat program TV yang diberi judul Asep Show. Beberapa kali juga Abah Asep bersama keluarga Giri Harja 3 berkolaborasi dengan Maicih dalam melestarikan pagelaran wayang golek dan seni budaya lainnya, salah satunya adalah dengan menggelar Wayang Golek Maicih beberapa waktu yang lalu.

Yah, perjalanan karir Abah Asep Sunandar Sunarya mungkin sudah berakhir, tapi perjuangannya tetap diteruskan oleh dalang-dalang muda didikannya, termasuk dalang Dadan Sunandar, putra kandungnya.

Pileuleuyan Abah Asep, mulih ka ja jati, mulang ka asal.. ***

emak Administrator
Dibalik Logo Maicih. Sosok emak yang terlihat nyata dengan menghadap ke depan sembari tersenyum hangat. Ada makna yang tersirat dari logo Maicih ini. Maicih seolah berkata bahwa menghadapi dunia tak perlu dengan keangkuhan, tapi dengan senyuman.
Tagged , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of