Mendulang Untung dari Usaha Cemilan Keripik

Berdasarkan fakta yang ada, masyarakat Indonesia senang ngemil ketika menonton televisi, belajar, bekerja, atau melakukan perjalanan wisata. Karena itu, prospek bisnis cemilan tak pernah sepi dan selalu menjadi peluang usaha yang sangat menguntungkan, tentu saja jika kita jeli dan cerdas mengatur manajemen usaha.

Memang, segala sesuatu bisa dijadikan lahan bisnis yang sangat menguntungkan. Seperti cemilan misalnya, bisa menjadi alternatif usaha yang begitu menggiurkan soal keuntungannya. Selain sudah memiliki pangsa pasar tersendiri, bisnis ini juga bisa dilakukan dari bernbagai segi. Mulai dari produsen, agen hingga supplier bahan baku, yang kesemuanya itu akan memberikan keuntungan yang besar.

Mungkin kita masih ingat akan jajanan yang sering kita beli saat pulang sekolah. Sebut saja chiki, kripik, keripik maicih yang booming saat awal-awal 2010 dan sebagainya. Jika diperhatikan jajanan seperti itu hingga kini masih sering kita jumpai walaupun mungkin sudah mengalami perubahan bentuk dan gaya.

“Dari tahun 1975 saya sudah berdagang aneka cemilan di sekolah ini, yang paling disukai anak-anak ya jenis chiki-chikian dan keripik, soal keuntungan tidak bisa dianggap enteng, buktinya saya bisa menyekolahkan anak-anak saya hingga tingkat perguruan tinggi,” jelas Hamidah yang merupakan distributor aneka cemilan di depan sekolah SDI Alfalah di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Senada dengan Hamidah, wanita bernama Yana pun mersakan untungnya berbisnis cemilan, bedanya Yana merupakan produsen aneka cemilan mulai dari kripik singkong, pisang, dan tidak membidik target pasar anak sekolah, tetapi masyarakat lebih luas.

Maklum, yang namanya makanan ringan atau cemilan tak mengenal usai. Tak hanya anak-anak orang dewasa pun kerap kali menyantap cemilan ketika belum menyantap makanan berat. Ketika terburu-buru, bepergian, atau ingin makanan yang praktis membuat makanan ringan jadi solusinya. Tak hanya itu, makan ringan pun menjadi makanan yang sangat diburu saat memasuki waktu khusus seperti hari raya, atau ketika menyelenggarakan sebuah pertemuan lainnya.

“Pesanan sih selalu saja ada, asal kita sanggup saja mengerjakannya. Biasanya untuk satu minggu satu tandan pisang habis. Tetapi, terkadang kalau lagi banyak pesanan lebih banyak lagi,” kata Yana yang mengaku kebanjiran pesanan kripik pisang.

Investasi Usaha Berbisnis Aneka Keripik Maicih

Usaha Keripik Maicih
Usaha Kripik Maicih

Untuk memulai bisnis ini, pelaku tidak diharuskan memiliki modal besar. Tetapi yang jelas jika permodalan kita cukup lumayan kita bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Intinya semakin banyak modal yang kita keluarkan maka semakin banyak kalangan yang bisa merasakan gurihnya cemilan yang kita jual.

Keuntungan menjual Keripik atau cemilan yang sudah ternama yaitu produk sudah lebih dikenal, kita tidak harus melakukan promosi yang disertai dengan mengurus perizinan segala hal, mulai izin usaha, sertifikat halal dan lain sebagainya sudah diurus oleh prinsiple atau produsen makanan ringan. Kesemuanya itu jika  memproduksi sendiri mengharuskan kita mengeluarkan dana lebih banyak.

Meski demikian, dengan modal awal minimal Rp1.000.000 saja usaha keripik maicih ini sudah bisa dijalankan dimana uang tersebut untuk membeli produk siap jual teridiri dari keripik singkong pedas berbagai level hinga level tertinggi yaitu maicih level 10, basreng, makaroni, tanpa harus memikirkan bahan baku dengan keuntungan hingga 50%. Namun jika menginginkan keuntungan lebih banyak bisa bergabung menjadi distributor keripik maicih, namun modal awal cukup besar sekitar 25 hingga 30 juta, namun distributor memiliki hak untuk menjual produknya di Pasar-pasar modern, sehingga keuntunganpun semakin berlipat.

Sumber: http://www.neraca.co.id/article/38381/mendulang-untung-dari-usaha-cemilan

maicih Administrator
Dibalik Logo Maicih. Sosok emak yang terlihat nyata dengan menghadap ke depan sembari tersenyum hangat. Ada makna yang tersirat dari logo Maicih ini. Maicih seolah berkata bahwa menghadapi dunia tak perlu dengan keangkuhan, tapi dengan senyuman.
follow me
Tagged , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: