Mata Najwa Sihir Selera Impor

Siapa yang tidak tau acara populer Mata Najwa di Metro TV yang tayang setiap Rabu pukul 20.05 WIB.. Acara yang dipandu jurnalis senior, Najwa Shihab ini menghadirkan banyak narasumber kelas satu dari mulai en RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie (episode: Habibie Hari Ini), Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri (episode: Apa Kata Mega ?), Mantan Wakil Presiden Boediono (episode: Di Balik Diam Boediono), Wakil Presiden Jusuf Kalla (episode: Pemimpin Bernyali), Menteri BUMN Dahlan Iskan (episode: Komandan Koboi), dan Gubernur DKI Jakarta yang sekarang Presiden Indonesia, Joko Widodo (episode: Laga Ibukota). Mata Najwa selalu konsisten dengan topik-topik menarik sehingga memberikan pencerahan informasi nan edukatif bagi masyarakat Indonesia.

Alhamdulillah Maicih lewat founder-nya Dimas Ginanjar Merdeka alias Bob Merdeka pun ikut diundang ke acara tersohor seantero Nusantara ini. Kali ini dengan topik Sihir Selera Impor, tuan rumah Mata Najwa yaitu Najwa Shihab membahas seputar dunia ekonomi kreatif yang penuh dengan pengaruh selera impor. Sebut saja demam film India yang marak akhir-akhir ini, atau adopsi budaya Jepang yang melahirkan JKT48, sebuah sister grup dari AKB48. Dan masih banyak lagi budaya pop luar yang berkembang pesat di Indonesia seperti misalnya K-Pop dan kultur budaya dan film buatan America.

najwa-shihab

Lalu bagaimana kita sebagai masyarakat menanggapinya ? Apakah sekedar menjadi bangsa konsumen atau sanggup berhadapan dan mampu menjadi bangsa produsen  ? Lalu bagaimana juga Pemerintah menyikapinya ? Semua dibahas tuntas di Mata Najwa 27 Mei 2015 mulai pukul 20.05 WIB. Bob Merdeka sendiri sebagai narasumber Mata Najwa kali ini menjadi contoh bahwa bangsa ini bisa memiliki daya saing dengan dunia luar asalkan kita mau menggali potensi kita dengan maximal. Semoga bermanfaat. ***

emak Administrator
Dibalik Logo Maicih. Sosok emak yang terlihat nyata dengan menghadap ke depan sembari tersenyum hangat. Ada makna yang tersirat dari logo Maicih ini. Maicih seolah berkata bahwa menghadapi dunia tak perlu dengan keangkuhan, tapi dengan senyuman.
Tagged , ,

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of