Hampir bisa dipastikan kalau sebagian besar orang (termasuk kamu) pasti tau dengan pria yang akrab dengan kata “Maknyus” satu ini. Yup, siapa lagi kalau bukan Pak Bondan, pakar kuliner yang biasa kita tonton di acara kuliner yang tayang di televisi. Pria kelahiran Surabaya ini mengaku kalau kata maknyus ditujukan untuk makanan yang memiliki rasa sangat nikmat, untuk makanan yang lumayan enak disebut top markotop, enaknya biasa saja disebut sip markosip, sedangkan jika ia menemukan makanan yang tidak enak sama sekali maka ia akan diam saja. Namun, dibalik pengetahuannya yang sangat luas dalam bidang kuliner, pria kelahiran 29 April ini juga dikenal memiliki bakat di bidang lainnya, yaitu dunia kreatif dan jurnalistik. Keren, kan?

Namun sayang, saat ini kita tidak lagi bisa melihat penampilannya dalam menjelajahi nusantara untuk mencicipi ragam kuliner yang ada, karena ia dikabarkan meninggal dunia pada tanggal 29 November 2017 di usianya yang ke-67 tahun akibat penyakit jantung yang ia derita sejak 2005 silam. Meskipun begitu, kita tidak boleh bersedih terlalu lama. Lebih baik, yuk kita kenang berbagai hal seputar Pak Bondan berikut ini!

1. Seorang pakar kuliner yang kuliah di jurusan arsitektur

Bondan Winarno
Image: Brilio

Siapa bilang kalau pakar kuliner itu harus menempuh pendidikan di bidang yang sama? Pak Bondan ini buktinya. Ia sempat menjalani pendidikan di Universitas Diponegoro jurusan teknik arsitektur. Belum sempat menyelesaikan kuliahnya, ia menjadi kameramen di lingkungan militer, tepatnya di Puspen Hankam Jakarta sampai tahun 1970 sebelum akhirnya menjalani karier di bidang kreatif.

2. Bekerja di bidang kreatif

Bondan Winarno
Image: instagram/@gwenwinarno

Di tahun 1973, ia menjalani kariernya sebagai Creative Director di agensi periklanan, Marklin Advertising selama satu tahun. Kemudian ia berpindah pekerjaan ke Intervista sebagai Account Executive hingga tahun 1975 dan pindah lagi sebagai Advertising Manager di PT Union Carbide selama empat tahun. Atas kinerjanya dalam bidang kreatif, ia juga sempat menjabat sebagai Sekjen International Advertising Association di tahun 1978.

3. Pernah jadi jurnalis

Bondan Winarno
Image: Brilio

Tidak puas menjadi orang di balik dunia kreatif, Pak Bondan juga dikenal memiliki kemampuan jurnalistik yang mumpuni. Buktinya, ia pernah menjadi pengasuh di Rubrik Kiat TEMPO pada tahun 1984 lalu. Berkat kepiawaiannya dalam dunia jurnalistik, ia juga sempat menjabat sebagai pemimpin redaksi Majalah Swa pada tahun 1985. Bahkan, ia juga merupakan jurnalis di balik karya jurnalistik investigasi yang terkenal berjudul Bre-X: Sebongkah Emas di Kaki Pelangi.

4. Host program kuliner

bondan winarno pokoke maknyus
Image: Kompasiana

Terlepas dari berbagai prestasi dan karier gemilangnya, nama Bondan Winarno makin tenar di kalangan masyarakat berkat perannya sebagai host acara kuliner Indonesia. Pak Bondan dikenal sebagai orang yang paham betul kuliner nusantara yang lezat yang tersebar di berbagai penjuru daerah. Bahkan, ia juga hapal dengan kuliner lezat yang terdapat di daerah terpencil di Italia.

5. Bisnis kuliner

Kopi Oey Bondan Winarno
Image: Kopi Oey

Pengalamannya dalam dunia kuliner membuatnya memiliki bekal yang cukup untuk memulai bisnis kulinernya sendiri. Ia kemudian membuka kopi tiam atau kedai kopi miliknya sendiri, yaitu Kopi Oey. Ia merasa kalau restoran peranakan miliknya ini harus ada sedikit unsur peranakannya, maka ia memilih nama Tionghoa miliknya, “Oey” sebagai nama restorannya. Nama Oey ini sendiri dalam bahasa Indonesia biasanya sama saja dengan nama seperti Wibowo, Winarno, atau Wijaya.

6. Orang yang tegas, galak, dan profesional

Bondan Winarno
Image: Bisnis Indonesia

Selain memiliki wawasan yang sangat luas, Pak Bondan juga dikenal sebagai pria yang tegas dan galak saat diperlukan. Misalnya saja, ia akan dengan tegas memarahi kru yang bermalas-malasan sedangkan kru lainnya sibuk bekerja saat syuting. Atau saat pesanan makanannya salah atau telat datang, ia tidak segan untuk mendatangi dapur restoran secara langsung dan memarahi karyawan restoran yang sedang ia kunjungi. Namun, setelah itu ia akan meminta maaf dengan sendirinya. Tidak hanya itu, pria 67 tahun ini juga merupakan orang yang profesional dan disiplin, terutama soal waktu. Hal ini ia tunjukkan dengan datang tepat waktu, bahkan sebelum acara syuting dilaksanakan.

7. Masakan Padang dan Manado adalah kesukaannya

Bondan Winarno meninggal
Image: Tempo

Dari perannya sebagai host inilah, ia juga bisa mencicipi berbagai kuliner yang ada di dunia. Namun, jika ditanya makanan kesukaannya, ia akan menjawab kalau ia menyukai berbagai makanan, terutama masakan Padang. Namun, seiring berjalannya waktu, ia lebih memilih untuk menyukai masakan Manado karena alasan kesehatan. Biasanya, untuk menetralisir makanan yang masuk ke dalam perutnya setelah syuting ia akan menjalani program detoks dengan makan buah dan sayuran saja. Hal ini ia lakukan untuk menjaga kesehatan tubuhnya yang sudah tidak muda lagi.

Wah, ternyata panjang dan berkesan juga ya pengalaman hidup dari Bondan Winarno ini! Semoga kisah hidupnya bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, terutama buat kamu yang mencintai dunia kuliner. Selamat jalan Pak Bondan, semoga amal dan ibadahmu diterima oleh-Nya. Walaupun sudah tidak ada lagi di dunia ini, ceritamu akan tetap dikenang oleh banyak orang. Pokoke Maknyuus!

Sumber: https://www.shopback.co.id/blog/bondan-winarno-pakar-kuliner