Kaum Urban Milenial Senang Berburu Promo Saat Belanja

JAKARTA, KOMPAS.com – Masyarakat memang semakin percaya dengan transaksi pembelian online. Apalagi, kebanyakan situs dan aplikasi belanja juga gemar memberikan promo atau reward sehingga belanja online semakin menguntungkan.

Co-founder dan CEO Cashbac Mario Gaw menyebutkan, berdasarkan salah satu survei Nielsen, lebih dari setengah masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa bentuk promosi atau reward adalah faktor penting dalam memutuskan dibelinya suatu produk.

Secara umum, saat ini ada tiga tren konsumen, yakni peningkatan pendapatan kaum urban di Indonesia, bertambahnya komposisi penduduk milenial dan pertumbuhan warga kelas menengah.

Hal ini membuat tren belanja masyarakat semakin bertambah. Seiring dengan tren tersebut, kebutuhan mencari promo sebagai bagian dari kegiatan belanja juga dinilai meningkat.

“Reward sudah jadi bagian dari gaya hidup kaum urban,” ujar Mario dalam peluncuran Cashbac di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Temuan serupa didapatkan oleh food blogger, Jiewa Vieri. Salah satu indikatornya adalah lewat media sosial Instagram.Jiewa menemukn engagement pengikut (followers) Instagram-nya lebih tinggi saat dirinya mengunggah foto bermuatan informasi promo.

“Kadang perbedaannya bisa 30 sampai 50 persen engagement-nya karena orang Indonesia senang banget dengan diskon,” katanya saat diwawancara terpisah.

Jiewa mencontohkan, beberapa followers yang men-tag akun media sosial teman-temannya untuk meneruskan informasi promo tersebut. Sejalan dengan jumlah komentar, jumlah yang menyukai unggahan bernada promo juga meningkat.

Karena respons positif itulah terkadang dirinya dan juga influencer lain bekerjasama dengan produk atau perusahaan untuk menawarkan promo khusus.

“Jadi misal khusus followers kami, dapat promo khusus,” kata Jiewa.

Mengincar “cashback”

Mario menjelaskan, pihaknya menemukan bahwa cashback adalah jenis promo yang lebih disukai. “Kami menemukan survei bahwa tiga dari lima masyarakat lebih suka promo yang jenisnya cashback,” kata Mario.

Tingginya kegemaran masyarakat mencari promo melatari hadirnya Cashbac. Cashbac sebagai aplikasi instant rewards mencoba menjadi solusi untuk memberikan pelanggan cashback yang bisa diterima dalam hitungan detik setelah bertransaksi. Khususnya menyasar kaum urban milenial.

Meski banyak yang menyukai promo, namun tidak semua orang memanfaatkannya. Cashback juga menganalisis apa saja alasan masyarakat enggan menggunakan promo tersebut. Beberapa di antaranya karena ribet, terlalu banyak syarat dan ketentuan, hingga bingung dengan kegunaan cashback.

“Ada ketakutan atau kekhawatiran juga jangan-jangan syarat spending-nya harus besar, kadang juga bentuk cashback tergantung perusahaan dan ada masa berlaku,” ujarnya.

Konten promosi juga bisa dipersonalisasi sesuai kesukaan pelanggan. Dalam waktu kurang dari empat bulan, Cashback telah menggandeng lebih dari 200 offline merchant dan menggandeng sejumlah mitra strategis.

“Kami berusaha membuat solusi yang kami rasa bakal cocok untuk kaum milenial, urban dan middle class. Cashbac hasil pemikiran dan riset kami untuk memberi solusi dan menjawab segala tantangan kebutuhan,” kata Mario.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kaum Urban Milenial Senang Berburu Promo Saat Belanja”, https://lifestyle.kompas.com/read/2018/04/18/211300320/kaum-urban-milenial-senang-berburu-promo-saat-belanja.
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Lusia Kus Anna

maicih Administrator
Dibalik Logo Maicih. Sosok emak yang terlihat nyata dengan menghadap ke depan sembari tersenyum hangat. Ada makna yang tersirat dari logo Maicih ini. Maicih seolah berkata bahwa menghadapi dunia tak perlu dengan keangkuhan, tapi dengan senyuman.
follow me
Tagged , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: