KAA yang Melahirkan Dasasila Bandung

60 tahun yang lalu, Konferensi Asia-Afrika telah menghasilkan keputusan-keputusan yang sangat penting melalui sumbangan dan daya upaya memperoleh jalan keluar dari cengkeraman ketakutan serta kecurigaan yang disebabkan oleh adanya perang dingin pada waktu itu. Salah satu hal yang sangat penting adalah dengan disetujuinya prinsip hubungan internasional dalam rangka memelihara dan memajukan perdamaian dunia.

Prinsip-prinsip yang dikenal dengan nama Dasa Sila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Jawaharlal Nehru.

KAA-2015-bandung

Berikut isi dari Dasa Sila Bandung:

1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.

3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil.

4. Tidak melakukan campur tangan atau intervensi dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain.

5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian mahupun secara kolektif, yang sesuai dengan Piagam PBB.

6. (a) Tidak menggunakan peraturan-peraturan dan pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara-negara besar, (b) Tidak melakukan campur tangan terhadap negara lain.

7. Tidak melakukan tindakan ataupun ancaman agresi mahupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.

8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan cara damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi, atau penyelesaian masalah hukum , ataupun lain-lain cara damai, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan, yang sesuai dengan Piagam PBB.

9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama.

10. Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional

Dengan menjaga semangat KAA tersebut, maka diharapkan tidak akan ada lagi konflik-konflik antar Negara. Sehingga akan tercipta suasana yang kondusif, aman dan nyaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan solidaritas serta kerjasama antar bangsa juga akan terjalin dengan baik.

Jika dilihat isi dasasila tersebut, alangkah baiknya jika poin-poin tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan diplomatis saja. Namun poin-poin tersebut juga bisa kita jalankan pada kehidupan sehari-hari.

Sumber: infobandung.co.id

emak Administrator
Dibalik Logo Maicih. Sosok emak yang terlihat nyata dengan menghadap ke depan sembari tersenyum hangat. Ada makna yang tersirat dari logo Maicih ini. Maicih seolah berkata bahwa menghadapi dunia tak perlu dengan keangkuhan, tapi dengan senyuman.
Tagged , , ,

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of