Ini Racikan Andalan Pebisnis Nasi Jaman Now, Dari Nasi Bali Hingga Nasi Jamblang

Foto: Nasi Bali (dok. Nasi Bagoes)

Apa ya, menu untuk acara reunian nanti? “Ngeliwet aja,” salah satu jawaban yang terlontar dari sahabat femina. Gaya makan lesehan sambil ngeriung yang hangat sejak tahun lalu ini memang mudah disukai. Berbagai lini masa dipenuhi dengan foto-foto liwetan, beradu kemeriahan. Liwet kekinian yang disambut sebagai peluang menjanjikan.

RACIKAN ANDALAN
Saat ini, jasa katering nasi tak terhitung jumlahnya. Lalu, harus pilih yang mana? Nah, di saat seperti inilah para pengusaha catering berlomba-lomba membuat ciri khas. Ermey Trisniaty, pemilik Ngeliwet by Ala-Ala mencoba memberikan jasa catering liwetan yang berbeda.

“Tuan rumah terima beres. Hanya menyediakan tempat atau ruangannya saja. Jika tuan rumah tidak punya karpet, kami menyediakannya. Walau berkonsep lesehan, penyajian nasi liwet tidak di lantai, melainkan di atas meja pendek agar lebih nyaman dan higienis. Setelah selesai, kami yang bereskan!” terangnya.

Soal rasa, ia punya chef kepercayaan. Saat ini, Nasi Jamblang Cirebon berciri khas bungkus daun jati milik Ngeliwet by Ala-Ala banyak dicari. Lain lagi kiat Nasi Bagoes. Walau baru mulai beroperasi di tengah demam nasi liwet yang didominasi dengan lauk Sunda, pelanggan justru bertambah melalui menu Nasi Bali. Terang saja, chef Degan Septoadji si peracik, menguasai masakan Bali dan pernah bertahun-tahun tinggal di sana.

Beda dengan gaya nasi kuning kebanyakan yang disertai lauk Jawa yang cenderung manis, versi Dapur Mama Thia ditemani bihun goreng cakalang khas Gorontalo. “Resepnya dari Mama di Gorontalo. Tidak sulit bagi konsumen untuk menyukai makanan rumahan,” ujar Cynthia Lamusu.

Baca Juga Sule suka Batagor Maicih 

Namun, Cynthia juga mengangkat beberapa lauk Jawa, tempat ayah berasal, serta Betawi, karena Surya berdarah Betawi. Uniknya, walau nasi liwet sedang tren, Cynthia memilih untuk tidak terhanyut dalam arus tren karena ingin fokus pada konsep nasi kepal.

Tren lambat laun mendorong kreativitas, memunculkan pelaku baru, dan melebarkan jenis menu. Sekarang, nasi kucing pun disuguhkan dalam pesta, tentunya dengan rupa yang lebih apik. Terlepas dari jenis lauknya, pilihan nasi yang banyak ditemui adalah Nasi Tutug, Nasi Hijau, hingga Nasi Daun Jeruk.

Pebisnis tak ingin ketinggalan nasinya kaya aroma dan warna. Beberapa katering juga membuat sendiri nasi dengan lauk tanpa pakem daerah tertentu dan memberinya nama sendiri. Seperti, Nasi Umara yang terkenal disajikan oleh restoran Kedai Makan Lumpang Emas yang berada di bawah payung Umara Catering. Isinya Nasi Daun Jeruk, Ayam Singggang, Lidah Cabe Hijau, Paru Asam Manis, Telur Sambal Seset, Sayur Daun Singkong, dan Sambal Bawang. Mendengarkan isi lauknya saja sudah menerbitkan selera!

Baca Juga Tips Sukses Berbisnis Kuliner dari Dude Herlino

Untuk kategori restoran, Kedai Makan Lumpang Emas memang dikenali banyak penyuka makan sebagai lokasi makan nasi campur yang enak. Restoran ragam hidangan Indonesia, Remboelan – Soul Food, juga disukai karena nasi bakarnya. Ada Nasi Bakar Roa, Nasi Bakar Cumi Gurih, dan Nasi Bakar Tongkol Asap Cabai Hijau. Praktis, semua lauk menjadi satu. Cocok bagi tamu yang buru-buru! (f)

Isyana Atiningmas

Sumber: https://www.femina.co.id/food-trend/ini-racikan-andalan-pebisnis-nasi-kekinian-dari-nasi-bali-hingga-nasi-jamblang-

maicih Administrator
Dibalik Logo Maicih. Sosok emak yang terlihat nyata dengan menghadap ke depan sembari tersenyum hangat. Ada makna yang tersirat dari logo Maicih ini. Maicih seolah berkata bahwa menghadapi dunia tak perlu dengan keangkuhan, tapi dengan senyuman.
follow me
Tagged , ,

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of