Dimas Ginanjar Merdeka Pendiri Keripik Pedas Maicih

Aksi Nyeleneh Bisnis Keripik Pedas

Dimas, yang biasa disapa Bob oleh teman-temannya, berangkat dari filosofi yang sederhana dalam memulai bisnis camilan. Menurut dia, belum ada yang menjual keripik pedas secara profesional. Dalam artian, dari sisi standar produk, kemasan, branding, marketing, dan promosi benar-benar digarap serius.

Ia memulai usaha menjual keripik dengan modal awal Rp 50 ribu pada 2010. Sedikit modifikasi, ia menjual keripik dengan rasa super pedas, sampai keripik ini punya nama lain, yakni pikset, singkatan dari “keripik setan” karena rasa pedasnya. Level pedas pada keripiknya pun ia bagi menjadi tiga tingkatan, yakni level 3, 5, dan 10.

Tak hanya menjual keripik singkong. Maicih yang menggunakan label bergambar nenek tua berkonde ini juga menawarkan beberapa varian, di antaranya keripik maka-roni dan basreng alias bakso goreng.

Pada awalnya, pembuatan keripik dilakukan oleh pihak ketiga. Namun, lama-kelamaan seiring dengan bertambahnya omzet Maicih, pembuatan keripik pun dilakukan oleh orang-orang yang memang bekerja langsung di bawah bendera Maicih.

Mengapa namanya Maicih? Menurut Dimas, ini merupakan tokoh rekaan yang pas dengan produknya. “Saya ingin ciptakan branding yang nyeleneh dan mau angkat makanan lokal, yang terbayang nenek-nenek tua yang dalam bahasa sunda disebut emak,” ujarnya.

Selain karena rasanya, bisa dibilang keripik pendatang baru ini beken karena metode pemasaran yang tidak biasa. Menggunakan media sosial Twitter, merek keripik ini menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut.

Untuk pemasaran Maicih di berbagai kota, Dimas mengaku dibantu oleh para dis-tributor. Para lcihers, demikian julukan yang diberikan kepada penggemar keripik ini, mesti mendatangi distributor yang memang berpindah-pindah atau mengantre di outlet Maicih.

Bulan depan, Dimas merencanakan akan me-launching situs www.maicih.com. Namun, di situs ini pembeli tidak bisa membeli secara online dan hanya bisa melihat tempat-tempat di mana bisa mendapatkan keripik.

Untuk pemasaran, menurutnya, memang sengaja menggunakan Twitter karena memang digunakan di kalangan anak muda, dan terutama, gratis. “Awalnya, target sasarannya memang anak muda dan menjangkaunya melalui media sosial, walaupun dalam perkembanganya bukan cuma anak muda yang menggemari Maicih,” papar mantan mahasiswa Universitas Parahyangan ini.

Selama bisnis bergulir setahun belakangan, bisa dibilang modal usaha diperoleh Dimas dari sumber pendanaan sendiri. .

“Dulu waktu dengan modal awal Rp 50 ribu untungnya tidak saya ambil, profit saya gunakan lagi untuk modal. Jadi, saya puasa lah ibaratnya,” tutur Dimas. Dengan perhitungan harga per bungkusnya Rp 10 ribu, omzet yang bisa dicapai Maicih melampaui Rp 1 miliar per bulan.

Sebagai pebisnis, Dimas berupaya menepis bahwa bisnis kuliner yang dijalaninya ini bersifat musiman. Ia mengaku siap membuat inovasi baru. “Intinya, saya ingin mengangkat makanan lokal memiliki branding yang baik,” ujarnya.

Untuk mematuhi aturan main di bisnis makanan kemasan, ia mengaku sudah mendapatkan sertifikat halal dan izin Dinas Kesehatan. “Ini juga untuk menghindari pembajakan atau pemalsuan,” tukasnya.

Dimas pernah mencoba berbagai macam bisnis se; belum akhirnya menjalani bisnis keripik. Mulai dari berjualan pulsa, handphone, pakaian, MLM, serta bisnis event organizer pernah dicobanya. Dan, ia merasa baru menemukan formula bisnis yang tepat di bisnis ini.

Kini, ia ancang-ancang untuk menembus negara jiran Malaysia dan Brunei Darussalam.

Proses penjajakan untuk membuka outlet di dua negara itu pun tengah ditempuhnya.

Dalam hal pendidikan, Dimas untuk sementara mengubur keinginannya untuk melanjutkan kuliah. Beberapa tahun lalu, ia sempat terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga di Unpar, namun kuliahnya terputus karena lebih tertarik bisnis. Meski demikian, niat untuk merampungkan kuliah masih ada di dalam hati. Yang jelas, sekarang bisnis keripik masih terlalu panas untuk ditinggalkan.

:: Sumber tulisan diambil dari Koran Republika ::

maicih Administrator
Dibalik Logo Maicih. Sosok emak yang terlihat nyata dengan menghadap ke depan sembari tersenyum hangat. Ada makna yang tersirat dari logo Maicih ini. Maicih seolah berkata bahwa menghadapi dunia tak perlu dengan keangkuhan, tapi dengan senyuman.
Tagged , , , , , , , , ,

9
Leave a Reply

avatar
7 Comment threads
2 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
9 Comment authors
emakhendri ngHendrik WijayacitraAli Achmad Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

Warning: str_rot13() has been disabled for security reasons in /home/maicihco/public_html/wp-content/plugins/wpdiscuz/includes/class.WpdiscuzDBManager.php on line 521

Warning: str_rot13() has been disabled for security reasons in /home/maicihco/public_html/wp-content/plugins/wpdiscuz/includes/class.WpdiscuzDBManager.php on line 521

Warning: str_rot13() has been disabled for security reasons in /home/maicihco/public_html/wp-content/plugins/wpdiscuz/includes/class.WpdiscuzDBManager.php on line 521

Warning: str_rot13() has been disabled for security reasons in /home/maicihco/public_html/wp-content/plugins/wpdiscuz/includes/class.WpdiscuzDBManager.php on line 521

Warning: str_rot13() has been disabled for security reasons in /home/maicihco/public_html/wp-content/plugins/wpdiscuz/includes/class.WpdiscuzDBManager.php on line 521

Warning: str_rot13() has been disabled for security reasons in /home/maicihco/public_html/wp-content/plugins/wpdiscuz/includes/class.WpdiscuzDBManager.php on line 521

Warning: str_rot13() has been disabled for security reasons in /home/maicihco/public_html/wp-content/plugins/wpdiscuz/includes/class.WpdiscuzDBManager.php on line 521

Warning: str_rot13() has been disabled for security reasons in /home/maicihco/public_html/wp-content/plugins/wpdiscuz/includes/class.WpdiscuzDBManager.php on line 521

Warning: str_rot13() has been disabled for security reasons in /home/maicihco/public_html/wp-content/plugins/wpdiscuz/includes/class.WpdiscuzDBManager.php on line 521
usaha sukses
Guest

Omzet 1 miliar per bulan wow.. fantastis. Bisnis apapun kalau dikerjakan serius akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Moga makin sukses maicih..

Riki
Guest

situs maicih kok banyak yah
yang asli yang mana?

emak
Guest

Tentu saja yg asli adalah http://www.maicih.com kan sudah jelas ini adalah Official Web Maicih 🙂

agus setyawan
Guest

Wah, selamat, nice story bisa sukses dengan keripik. Mari berkunjung http://www.peringkatsatugoogle.com

Ali Achmad
Guest

sangat menginspirasi banget mas, cuman modal 50 ribu bisa sukses besar

citra
Guest

agen distributor keripik maicih di tangerang daerah mana ya? sekarang keripik pedasnya banyak sekali macamnya ya http://www.keripik-casciscus.com

Hendrik Wijaya
Guest
Hendrik Wijaya

selamat sore admin, waktu itu saya dan rombongan Universitas Kristen Satya Wacana melakukan kunjungan belajar ke tempat produksi maicih. saya waktu itu menawarkan bantuan jasa untuk export ke kang manager, kebetulan wktu itu ada rencana untuk kirim ke sgp dan terdekat ini kirim ke Dili.
jika butuh bantuan bisa contact saya. barang bisa diload tidak perlu ke jateng. 🙂

hendri ng
Guest
hendri ng

sy tertarik jadi reseller maicih keripik, di daerah sy di bengkalis, biasanya dikirim via apa?? thx

emak
Guest

boleh cu, silakan langsung kontek :

Mobile : 087722301337 ( Telpon, SMS, WhatsApp, Line )
PIN : 54A597DB
Phone : 022-87821659