Banyak Dipalsukan, Maicih Akhirnya Tetapkan Merek Dagang

Sejak memasuki industri kuliner pada 10 Juni 2010, Maicih yang awalnya dikenal sebagai produsen keripik singkong pedas kini mulai memantapkan diri untuk menetapkan merek dagangnya.

Setelah 3 tahun perjalanan, kesuksesan Maicih sebagai pelopor snack keripik pedas ini pun akhirnya memiliki merek dagang dengan nama Maicih yang kini terdaftar secara sah dengan Nomor Sertifikat IDM000383450, IDM000383449, dan IDM000383447.

Pemilik dan pendiri CV Maicih Dimas Ginanjar Merdeka atau akrab dipanggil Bob Merdeka mengemukakan hal ini bertujuan untuk mengapresiasi para konsumen Maicih yang dengan setia memberikan saran maupun kritik untuk menambah citarasa snack Maicih agar lebih baik ke depannya.

Mengenai produknya, Dimas menjelaskan saat ini produk Maicih tidak hanya berupa keripik singkong saja melainkan sudah merambah ke berbagai penganan snack pedas lainnya seperti gurilem, sukun, basreng, dan masih akan ada varian lainnya.

Menurutnya, Maicih mengalami puncak penjulannya di tahun 2011 dan 2012 dan untuk terus menambah pertumbuhan produknya ini, Dimas akan terus berinovasi baik dari citarasa maupun varian dan jenis promosi yang unik dan dekat dengan masyarakat.

“Pada dasarnya saya hanya ingin mengangkat penganan tradisional ini menjadi makanan ringan yang gaul dan asik dimakan dimana saja, oleh siapa saja dan kapan saja,” katanya.

Disinggung mengenai brand yang sempat ditiru dan menjamurnya produk serupa, Dimas mengungkapkan dirinya tidak khawatir karena saat ini Maicih memiliki ijin dan merek dagang yang jelas sehingga ketika ada yang memalsukan mereknya, ia berhak menindak tegas.

“Mengenai produsen makanan yang serupa tentu ini kami jadikan sebagai pemicu untuk lebih berkreasi lagi dan meningkatkan kualitas. Akan tetapi bagi mereka yang memalsukan harus ada tindakan tegas karena walau bagaimana pun merek dagang Maicih hanya dimiliki oleh saya sendiri,” katanya pada bisnis-jabar (28/3).

Dimas mengemukakan pertumbuhan industri kuliner di Jawa Barat akan terus berkembang dan dirinya ingin lebih berpartisipasi aktif dalam membangun industri kuliner terutama penganan tradisional.

Di 2011 dan 2012 Dimas mengakui pertumbuhan Maicih di luar ekspektasinya sebagai pembisnis yang sering gagal. Pada tahun-tahun tersebut omzet Maicih bahkan mengalami kenaikan hingga 200% per tahun.

Selama 3 tahun berkecinmpung Maicih tidak pernah membuka cabang dimana pun, kecuali reseller ataupun distributor. Di 2013 ini Dimas menargetkan akan merambah pasar internasional dengan membuka outlet atau bahkan pabrik Maicih di beberapa negara seperti Malaysia. Singapura, Belanda dan bahkan Amerika.

“Saya optimis snack Maicih akan bisa diterima oleh citarasa khas negara lain. Karena ada beberapa bule Amerika dan Eropa yang coba keripik Maicih dan mereka memberikan apresiasi yang luar biasa,” ujar Dimas.

Hingga kini Maicih terus menggenjot produksinya hingga lebih dari 5.000 bungkus per hari. Dengan jumlah karyawan produksi sebanyak 40 orang, Maicih terus memproduksi lebih dari 130.000 bungkus per bulan.

Sumber : bisnis-jabar.com

emak Administrator
Dibalik Logo Maicih. Sosok emak yang terlihat nyata dengan menghadap ke depan sembari tersenyum hangat. Ada makna yang tersirat dari logo Maicih ini. Maicih seolah berkata bahwa menghadapi dunia tak perlu dengan keangkuhan, tapi dengan senyuman.
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: