8 Kuliner Khas Indonesia yang Mulai Tergeser oleh Jajanan Zaman Now

Jajanan Maicih
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=-HsRyKd2FfU

Jika kita tidak peduli pada eksistensi jajanan Indonesia, bisa jadi lima atau sepuluh tahun kedepan, kuliner Indonesia punah!

Thai tea, green tea, takoyaki, churros, waffle, mango sticky rice dan barisan jajanan impor lainnya, perlahan mulai menjajah keberadàan jajanan lokal khas Indonesia. Bagi pencinta kuliner, kondisi ini malah menguntungkan. Kita tak perlu jauh-jauh ke Jepang kalau cuma pengen cicipi takoyaki atau ke Thailand cuma sekadar menyeruput nikmatnya segelas thai tea.

Tapi, tanpa disadari, fenomena jajanan impor ini perlahan mengikis jati diri kuliner asli Indonesia. Kalau dipikir-pikir, sekarang lebih gampang menemukan thai tea di mall atau pusat keramaian lainnya dibandingkan es cendol. Hal ini bisa jadi karena kita lebih tertarik mencoba kuliner khas negara lain yang sedang hits dan mulai mengabaikan keberadaan kuliner Indonesia yang sebenarnya nggak kalah enaknya. Seperti;

1. Es cendol >< Thai tea

Cendol vs Thai tea.

Es cendol pun nggak kalah menyegarkan daripada thai tea. Minuman yang terbuat dari tepung hunkwe atau pun beras ini disajikan dengan campuran gula merah cair dan santan. Manis gurih yang diciptakan dari air gula dan santan ini makin nikmat ketika kamu mulai mengunyah cendol yang berasal dari tepung beras atau pun hunkwe.

Minuman ini berasal dari berbagai daerah di Sunda dan Jawa. Di Sunda, kamu akan mengenalnya dengan sebutan es cendol. Sedangkan di Jawa, minuman ini lebih akrab dengan sebutan es dawet.

Nggak cuma enak, kuliner Indonesia juga disukai banyak turis asing. Baca ulasannya dengan klik di sini

Baca Juga Menyusuri Lezatnya Jejak Kuliner Sabang

2. Bolang-baling >< Churros

Lebih milih bolang baling atau churros? Sumber foto

Kuliner Indonesia yang mulai dilupakan lainnya adalah bolang-baling. Camilan yang mirip dengan donat ini memang masih banyak dijumpai, tapi keberadaannya pun mulai diabaikan seiring datangnya pesaing donat kering asal Spanyol, Churros. Padahal, kalau membandingkan soal rasa, bolang-baling pun nggak kalah enak dari churros. Setiap kali menggigit bolang-baling, kamu akan menemukan sensasi kue donat yang lembut dengan tekstur crunchy dan manis di luar.

Kuliner Indonesia ini punya banyak nama. Di daerah Banyumas, kue ini disebut dengan galundeng dan di beberapa daerah lain dikenal dengan nama onde-onde ketawa.

Baca juga 23 Ide Jajanan Unik Untuk Usaha Kuliner Anda

3. Sate ayam >< Sate taichan

Kamu #teamsateayam atau #teamsatetaichan? Sumber foto

Tidak sulit menemukan sate ayam di Indonesia. Hampir di setiap daerah pasti memiliki kuliner ini. Hanya saja, 5 tahun belakangan, nama sate ayam mulai tergeserkan dengan kemunculan sate taichan.

Meski sama-sama berbahan dasar ayam, sate ayam memiliki cita rasa khas Indonesia dengan adanya bumbu kacang, irisan cabai dan bawang merah. Sate ayam yang paling populer di Indonesia adalah sate ayam Madura.

Baca Juga Tips Sukses Berbisnis Kuliner dari Dude Herlino

4. Cilok >< toppoki

Kamu team mana? Sumber foto

Cilok alias aci dicolok merupakan jajanan khas Jawa Barat. Kuliner Indonesia ini terbuat dari tepung tapioka dan disajikan dengan sambal kacang, saus, dan kecap. Nggak sulit menemukan jajanan ini, biasanya dijual di depan sekolah atau pun pusat kuliner kaki lima. Hanya saja, nama cilok masih kurang prestige dibandingkan toppoki. Meski memiliki kemiripan, nyatanya Toppoki lebih menarik dicari.

5. Aneka mie yang berasal dari berbagai daerah Indonesia >< ramen

Hayo, mau pilih mie ongklok atau ramen? Sumber foto

Di Indonesia, kita bisa dengan mudah temukan berbagai kuliner mie seperti mie ongklok, bakmi jawa, mie tie-tie Semarang, mie Aceh, mie celor, mie kocok, atau pun mie kopyok. Sayangnya, aneka mie ini kurang bisa menjadi perhatian seperti mie ramen. Ramen khas Jepang atau pun Korea malah lebih banyak dilirik.

Keripik Maicih Level 5

6. Arem-arem >< onigiri

Ada yang suka arem arem? Sumber foto

Penganan berikutnya adalah arem-arem. Keberadaan jajanan ini semakin sulit ditemui. Mungkin, kamu hanya bisa menemui di lokasi penjual jajanan pasar. Sedangkan onigiri, makanan asal Jepang yang terbuat dari nasi menyerupai arem-arem, lebih mudah ditemui di restoran Jepang yang ada di mall atau pun di minimarket.

Soal rasa, arem-arem memiliki rasa authentic Indonesia. Nasi kepal yang dibungkus daun pisang ini di dalamnya berisi aneka lauk seperti sambal goreng ati, sambal goreng tahu, atau pun ayam.

7. Es tung-tung >< bongeoppang

Es tung tung, jajanan masa kecil yang dijual di depan sekolah. Sumber foto

Es tung tung atau es puter merupakan es krim yang dibuat dari bahan dasar santan. Es krim yang disebut juga dengan es dung dung atau es tong tong ini memiliki tekstur yang lebih kasar daripada es krim pada umumnya. Es krim ini dibuat dengan cara tradisional pada tabung yang diputar-putar di dalam es batu dan garam.

Nah, biasanya es tung tung disajikan di atas cup atau pun cone es krim berwarna-warni dengan rasa gurih. Es tung tung dengan cone warna warni ini pun mulai diabaikan seiring kedatangan es krim berbentuk ikan, bungeoppang asal Korea Selatan.

8. Kue pancong >< dorayaki

Kue pancong alias gandos atau pun bandros dan dikenal juga dengan nama kue rangin. Sumber foto

Kue ini terbuat dari campuran adonan terigu dan kelapa. Proses mengolahnya pun mudah, cukup dipanggang di atas bara api, kemudian disajikan dengan taburan gula halus. Kalau di Jakarta disebut kue pancong, maka di Bandung kue ini dikenal dengan sebutan bandros. Sedangkan di Semarang, kue ini bernama, gandos. Ada juga yang menyebutnya kue rangi.

Tekstur kue yang kenyal dan lembut memiliki cita rasa gurih yang berasal dari kelapanya. Taburan gula pasir di atasnya menciptakan kombinasi yang sempurna antara gurih dan manis.

***

Tren jajan impor terus menggeser keberadaan jajanan lokal Indonesia. Jika kita sebagai orang Indonesia tidak peduli terhadap eksistensi jajanan Indonesia, bisa jadi lima atau sepuluh tahun kedepan, keberadaan jajanan Indonesia sudah tidak bisa ditemukan lagi. Yuk, lestarikan kuliner Indonesia dengan terus jajan makanan lokal.

Sumber: https://phinemo.com/8-kuliner-khas-indonesia-yang-mulai-tergeser-oleh-jajanan-zaman-now/

maicih Administrator
Dibalik Logo Maicih. Sosok emak yang terlihat nyata dengan menghadap ke depan sembari tersenyum hangat. Ada makna yang tersirat dari logo Maicih ini. Maicih seolah berkata bahwa menghadapi dunia tak perlu dengan keangkuhan, tapi dengan senyuman.
follow me
Tagged , , ,

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
aldithaAHMAD FAUZI Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

Warning: str_rot13() has been disabled for security reasons in /home/maicihco/public_html/wp-content/plugins/wpdiscuz/includes/class.WpdiscuzDBManager.php on line 506

Warning: str_rot13() has been disabled for security reasons in /home/maicihco/public_html/wp-content/plugins/wpdiscuz/includes/class.WpdiscuzDBManager.php on line 506
AHMAD FAUZI
Guest

siapa yang siap dengan perubahan akan kalah! adakah strategi penggiat kuliner tradisional yang mungkin bisa lakukan untuk bersaing?

alditha
Guest

Bener tuh mak! makin kesini, jajanan khas indonesia semakin tersingkirkan dengan kemunculan kuliner luar negri. saya sekarang suka susah kalo cari kue putri noong (maicih tau ga yah?), atau kue lupis. jajanan pasar yang enak dan ngangenin tentunya! makasih mak udah mau sharing tentang jajanan khas indonesia yang udah mulai dilupain sama masyarakatnya. semoga jika mereka baca artikel ini, mereka jadi sadar dan inget lagi jajanan masa kecil yang enak, murah, dan ngangenin itu 🙂